Krisis Air Ancam Gagal Tanam di Bongas, Petani Desak Pemerintah Tambah Bantuan IRPOM dan Sumur Dalam

Pantturajournalist.com
INDRAMAYU – kurang lebih 600 hektare lahan pertanian di Kecamatan Bongas terancam gagal tanam akibat minimnya ketersediaan air irigasi. Kondisi ini dikeluhkan keras oleh para petani, khususnya di Desa Kertamulya dan Desa Plawangan (Blok Asinan), yang saat ini sedang berada dalam masa kritis penanaman padi.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Bongas, Wastam Priatna, mengungkapkan bahwa situasi di lapangan sangat memprihatinkan. Saat ini, banyak petani yang memiliki semaian padi berusia 25–30 hari yang seharusnya segera ditanam. Namun, karena ketiadaan air, proses tanam terpaksa tertunda.

“Petani sangat mendukung program swasembada pangan pemerintah, tetapi realitanya air tidak ada. Jika kondisi ini terus berlanjut, jelas wilayah kami akan mengalami gagal tanam,” keluh Wastam Priatna, Minggu (12/7/2026).

Cakupan Wilayah Luas, Bantuan Belum Merata

Kecamatan Bongas memiliki luas area pertanian mencapai 3.930 hektare dengan 9 titik sentra produksi utama. Meski demikian, bantuan Program Irigasi Perpompaan (IRPOM) dari pemerintah dinilai masih sangat minim dibandingkan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Menurut data KTNA Bongas, alokasi bantuan IRPOM yang ada saat ini belum mampu menjangkau seluruh area yang mengalami kekeringan total, terutama di Blok Asinan Desa Plawangan dan wilayah Desa Kertamulya.

Desakan Solusi Konkret

Melihat urgensi kondisi tersebut, para petani melalui KTNA Bongas mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera turun tangan. Ada dua solusi mendesak yang diajukan:
1. Penambahan Program IRPOM: Memperbanyak unit pompa air untuk membantu pengairan dari sumber air terdekat.
2. Pembangunan Sumur Dalam/Plexibel: Sebagai alternatif sumber air tanah yang lebih stabil saat musim kemarau atau debit air sungai menurun.

“Kami mohon dengan sangat agar pemerintah memperhatikan keluhan ini. Bantuan IRPOM maupun sumur dalam sangat dibutuhkan agar petani Kecamatan Bongas bisa menyelamatkan musim tanam kali ini,” tegas Wastam.

Hingga berita ini diturunkan, petani di wilayah Bongas masih menunggu respons konkret dari instansi terkait guna mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar akibat potensi gagal panen.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *