Kebakaran Hanguskan 10 Rumah Nelayan Eretan Wetan, Kerugian Capai Rp1 Miliar

INDRAMAYU # Di tengah lelapnya warga menikmati malam, kobaran api tiba-tiba membesar di kawasan rumah panggung nelayan Blok Prempu I, RT 001/RW 004, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.45 WIB, Jumat (11/9/2026), itu sontak membuat warga panik. Api yang diduga bermula dari salah satu rumah kemudian merembet dengan cepat ke bangunan lain hingga sedikitnya 10 rumah nelayan terdampak dan terbakar.

Bacaan Lainnya

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Api Muncul Setelah Listrik Padam

Berdasarkan keterangan saksi Roni (45), peristiwa bermula setelah terjadi pemadaman listrik. Tidak lama kemudian, terlihat percikan api yang diduga berasal dari salah satu rumah warga.

Api dengan cepat membesar sebelum akhirnya merembet ke rumah nelayan lainnya.

Jarak antarbangunan yang relatif berdekatan membuat api lebih mudah menjalar. Dalam situasi tersebut, warga berupaya menyelamatkan diri sekaligus mengamankan barang-barang yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.

Suasana di kawasan permukiman nelayan pun berubah menjadi kepanikan. Warga keluar dari rumah masing-masing untuk memastikan keselamatan keluarga dan membantu proses penanganan kebakaran.

Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana kebakaran di kawasan permukiman padat dapat berkembang dengan cepat ketika jarak antarbangunan berdekatan dan material bangunan mudah terbakar.

Tiga Unit Damkar Dikerahkan

Upaya pemadaman dilakukan setelah tiga unit kendaraan pemadam kebakaran dari Pos Patrol dan Pos Indramayu tiba di lokasi sekitar pukul 00.15 WIB.

Petugas Damkar bersama masyarakat langsung melakukan penyemprotan air secara intensif. Upaya tersebut dilakukan untuk menjinakkan kobaran api sekaligus mencegah api merambat lebih jauh ke kawasan permukiman di sekitarnya.

Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.20 WIB.

Penanganan di lokasi juga melibatkan unsur kepolisian, TNI, PLN, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Kapolsek Kandanghaur AKP Joni, SH., bersama sejumlah personel mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

Selain personel Polsek Kandanghaur, hadir pula Danramil 1616/Kandanghaur Kapten Arh. Dadan Haidir beserta anggota Koramil, personel Bhabinkamtibmas, Tim Damkar, PLN Kandanghaur, dan Pemerintah Desa Eretan Wetan.

Tidak Ada Korban Jiwa, 10 Rumah Terdampak

Dari pendataan awal, tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Adapun warga yang tercatat terdampak kebakaran antara lain Adini, Roni, Wasjudi, Rasmana, Komala, Kolifa/Rosidin, Sukim, Bayu, Sutiah, dan Idin.

Sebanyak 10 bangunan rumah nelayan mengalami kerusakan akibat kebakaran. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Material sisa kebakaran juga menjadi bagian dari barang bukti yang diperiksa petugas untuk membantu proses penyelidikan mengenai penyebab kejadian.

Polisi Dalami Dugaan Korsleting Listrik

Pihak Polsek Kandanghaur menyampaikan bahwa penyebab kebakaran masih dalam proses pemeriksaan.

Berdasarkan keterangan awal dan kondisi di lokasi, kebakaran diduga berkaitan dengan korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Namun, dugaan tersebut belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan akhir sebelum pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.

Dalam penanganan kejadian, kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, antara lain menerima laporan, mendatangi dan mengecek tempat kejadian perkara (TKP), mencari serta mengamankan material sisa kebakaran, memeriksa saksi-saksi, serta melaporkan perkembangan penanganan kepada pimpinan.

Polisi juga berkoordinasi dengan pihak Damkar dan PLN Kandanghaur.

Keterlibatan PLN menjadi penting untuk membantu pemeriksaan terhadap aspek kelistrikan di sekitar lokasi, terutama karena dugaan awal mengarah pada kemungkinan gangguan listrik.

Musibah Mengingatkan Pentingnya Keselamatan Listrik

Peristiwa kebakaran di Eretan Wetan bukan hanya menyisakan kerugian material. Musibah tersebut juga menjadi pengingat bahwa keselamatan instalasi listrik tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele, terutama di kawasan permukiman yang bangunannya saling berdekatan.

Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penggunaan perangkat listrik yang sesuai standar, serta menghindari sambungan atau kabel yang rusak merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.

Masyarakat juga perlu mengetahui kondisi jaringan listrik di rumah masing-masing. Kabel yang mengelupas, stopkontak yang panas, bau gosong, percikan listrik, atau penggunaan sambungan listrik secara berlebihan merupakan tanda-tanda yang patut segera diperiksa.

Langkah pencegahan menjadi semakin penting pada kawasan rumah panggung atau permukiman yang memiliki bangunan berdekatan. Kecepatan api merambat dapat membuat waktu untuk menyelamatkan diri dan melakukan pemadaman awal menjadi sangat terbatas.

Polisi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Pihak Polsek Kandanghaur mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan listrik.

Warga diminta segera melakukan pemeriksaan apabila menemukan kondisi kelistrikan yang tidak normal. Jika terdapat kerusakan atau gangguan yang berpotensi membahayakan, masyarakat sebaiknya tidak melakukan perbaikan sendiri apabila tidak memiliki kemampuan teknis dan segera meminta bantuan pihak yang berkompeten.

Polisi juga terus melakukan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut untuk memastikan penyebab kebakaran.

Dari Musibah Menuju Kesadaran Bersama

Kebakaran yang menghanguskan 10 rumah nelayan di Eretan Wetan menjadi duka bagi warga yang terdampak. Kerugian hingga sekitar Rp1 miliar tentu bukan angka kecil bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Namun, dari peristiwa tersebut terdapat pelajaran penting yang dapat menjadi perhatian bersama.

Keselamatan tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga pada kesadaran masyarakat sebelum musibah datang.

Pemeriksaan instalasi listrik, kewaspadaan terhadap tanda-tanda gangguan, kesiapan menghadapi keadaan darurat, serta kepedulian antarwarga merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih aman.

Harapannya, proses pendataan dan penanganan terhadap warga terdampak dapat berjalan dengan baik. Lebih jauh, musibah ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama tentang keselamatan permukiman, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Di tengah kehilangan yang dialami warga, semangat gotong royong dan kepedulian menjadi modal penting untuk membantu mereka bangkit dan menata kembali kehidupan.

Recap Pantura Journalist

  • Kebakaran terjadi Jumat, 11 September 2026 sekitar pukul 23.45 WIB.
  • Lokasi di Blok Prempu I RT 001/RW 004, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu.
  • Sedikitnya 10 bangunan rumah nelayan terbakar.
  • Kerugian material ditaksir sekitar Rp1 miliar.
  • Tidak ada korban jiwa.
  • Penyebab sementara diduga korsleting listrik, tetapi masih dalam pemeriksaan.
  • Tiga unit Damkar dari Pos Patrol dan Pos Indramayu dikerahkan.
  • Petugas tiba sekitar 00.15 WIB dan api berhasil dipadamkan sekitar 01.20 WIB.
  • Penanganan dilakukan Polsek Kandanghaur bersama TNI, Damkar, PLN, Pemdes, dan masyarakat.
  • Polisi melakukan pemeriksaan TKP, saksi, serta material sisa kebakaran.
  • Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat gangguan kelistrikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *