“Jadi Sorotan, Transparansi Bantuan IRPOM untuk Poktan Sri Jaya di Gabuswetan Dipertanyakan”

oppo_0

 

Panturajournalist.com
INDRAMAYU – Program Irigasi Perpompaan (Irpom) yang digelontorkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia tahun 2026 menjadi sorotan publik. Hal ini terpotret dari salah satu penerima bantuan program Irpom yang ada di Desa Gabuswetan,
Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu.

Kelompok Tani (Poktan) Sri Jaya Desa Gabuswetan yang ditetapkan telah mendapatkan bantuan program Irpom tahun 2026 diduga mengalihkan lokasi pembangunan Irpom yang telah diterimanya. Diketahui, Poktan Sri Jaya telah memiliki wilayah binaan di Blok Sawah Jenguk atau Dampyang Kersem Desa Gabuswetan.

Namun pada pelaksananya, realisasi dari bantuan program Irpom yang diterimanya dialihkan pembangunannya ke area lahan sawah Blok Langgen Sari Desa Gabuswetan. Menurut pengakuan Ketua Poktan Sri Jaya, Marca alias Dipan, terkait pengalihan pembangunan bantuan Irpom karena ada lahan lain yang lebih membutuhkannya.

Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya rela titik pembangunan Irpom direalisasikan di luar wilayah binaan kelompok taninya.

Kalau wilayah binaan kelompok saya di seberang jalan mas, wilayah sawah jalan arah Jenguk. Tapi saya ikhlas ketika bantuan dipindahkan ke areal lain yang lebih membutuhkan (Blok sawah Langgen Sari),” kata Marca, Ketua Poktan Sri Jaya saat ditemui di lokasi,

Sabtu (18/7/2026). Selain pemindahan lokasi, pembangunan bantuan Irpom Poktan Sri Jaya pun diduga masih menyisakan problem pada proses hibah lahan yang masih belum jelas. Namun, mengenai hal itu Marca mengaku sudah beres dan jelas. “Sudah beres. Kalau soal penggunaan lahan kan itu sama suaminya, bukan sama istrinya,” ungkapnya.

 

Sementara itu, ditempat yang sama, Sampet, pemilik lahan yang kini telah berdiri proyek pembangunan bantuan Irpom Poktan Sri Jaya itu membantah kabar bahwa tanahnya telah dihiibahkan untuk pembangunan Irpom. “Iya asli milik, ini sawah saya, namanya saya. (Ada) seperempat (bau=ukuran tanah) dengan yang itu (lahan sawah sebelahnya). Di sini numpang, tidak diganti rugi tidak dibayari,” ujar Sampet, pemilik lahan dengan logat bahasa daerah Indramayu saat ditemui di lokasi pembangunan Irpom Poktan Sri Jaya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *