INDRAMAYU # Menjelang pelantikan kepengurusan masa bakti 2026–2031 yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Oktober 2026, Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) Kabupaten Indramayu mulai membangun komunikasi lebih luas dengan berbagai unsur pemerintahan daerah.
Langkah tersebut dilakukan melalui safari silaturahmi dan audiensi ke sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Bagi PSIB, komunikasi sejak sebelum pelantikan menjadi bagian penting untuk memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus membuka ruang sinergi dalam menjalankan program organisasi lima tahun ke depan.
Dipimpin Ketua DPC PSIB Kabupaten Indramayu, H. Tarjono, jajaran pengurus mendatangi sejumlah instansi, mulai dari Kesbangpol Kabupaten Indramayu, kantor Humas/Kesra, hingga Bappeda Kabupaten Indramayu.
Kegiatan itu tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan mengenai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang dapat dikembangkan di Kabupaten Indramayu.
Safari Silaturahmi Jadi Langkah Awal Kepengurusan Baru
Safari silaturahmi tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan PSIB menuju pelantikan kepengurusan periode 2026–2031.
Dalam setiap pertemuan, jajaran pengurus memperkenalkan struktur organisasi sekaligus menyampaikan sejumlah rencana dan program kerja yang akan dijalankan selama masa kepengurusan.
Komunikasi dengan pemerintah daerah juga dipandang penting agar organisasi memahami kondisi serta kebutuhan masyarakat yang menjadi bagian dari lingkungan tempat PSIB menjalankan aktivitasnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan kekeluargaan. Selain menyampaikan gagasan, jajaran PSIB juga menerima berbagai masukan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun langkah organisasi ke depan.
Bagi sebuah organisasi kemasyarakatan, komunikasi semacam ini memiliki arti penting. Program sosial tidak cukup hanya dirancang secara internal, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi masyarakat, aturan yang berlaku, serta kemungkinan kolaborasi dengan berbagai pihak.
H. Tarjono: Bukan Sekadar Memperkenalkan Pengurus
Ketua DPC PSIB Kabupaten Indramayu, H. Tarjono, menegaskan bahwa safari silaturahmi bukan semata-mata agenda memperkenalkan jajaran kepengurusan baru.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan upaya membangun komunikasi sekaligus mencari ruang sinergi antara organisasi dengan pemerintah daerah.
“Kami datang bukan hanya untuk memperkenalkan kepengurusan PSIB yang baru, tetapi juga untuk membangun komunikasi dan sinergi. Kami ingin menyampaikan program kerja kami selama lima tahun ke depan sekaligus mendengar masukan dari pemerintah daerah,” ujar H. Tarjono.
Ia menilai masukan dari pemerintah daerah penting agar program yang disiapkan PSIB dapat berjalan secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat menghargai sambutan dan masukan dari jajaran pemerintah daerah. Bagi kami, komunikasi seperti ini sangat penting agar program-program PSIB ke depan bisa berjalan dengan baik, terarah, dan sebisa mungkin memberikan manfaat bagi masyarakat Indramayu,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa orientasi kepengurusan baru tidak hanya diarahkan pada aktivitas internal organisasi, tetapi juga pada upaya membangun hubungan yang konstruktif dengan lingkungan pemerintahan dan masyarakat.
Pelantikan Diusulkan Berlangsung di Lingkungan Pemda
Dalam rangkaian audiensi tersebut, pembahasan juga menyentuh rencana pelantikan kepengurusan PSIB masa bakti 2026–2031.
Salah satu masukan yang muncul adalah kemungkinan pelantikan dilaksanakan di Pendopo atau lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Masukan tersebut mendapat respons positif dari jajaran PSIB. Namun, H. Tarjono menegaskan bahwa lokasi pelantikan bukan menjadi tujuan utama organisasi.
Menurutnya, substansi yang lebih penting adalah kesiapan pengurus setelah pelantikan untuk menjalankan amanah dan program organisasi.
“Kalau memang nantinya pelantikan bisa dilaksanakan di lingkungan Pemda, tentu kami menyambutnya dengan senang hati. Namun yang paling utama bagi kami bukan tempat pelantikannya, melainkan bagaimana setelah dilantik seluruh pengurus dapat menjalankan amanah dan program organisasi dengan penuh tanggung jawab,” tutur H. Tarjono.
Dengan demikian, pelantikan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi pengurus untuk menerjemahkan program kerja menjadi kegiatan nyata.
Kepengurusan Baru Didorong Tetap Kompak
Dalam safari tersebut, H. Tarjono didampingi sejumlah pengurus DPC PSIB Kabupaten Indramayu.
Mereka di antaranya Daenah selaku Wakil Ketua, Aal Alimudin sebagai Sekretaris DPC, Susmito selaku Penasehat, Suhani Sumirat sebagai Dewan Pembina, serta Casrim dari Dewan Peguron DPC PSIB Kabupaten Indramayu.
Kehadiran jajaran pengurus tersebut memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur dalam persiapan kepengurusan baru.
Bagi organisasi, kekompakan internal menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan program selama lima tahun masa bakti. Sebab, semakin banyak program yang dirancang, semakin diperlukan koordinasi dan pembagian peran yang jelas di antara pengurus.
H. Tarjono berharap seluruh jajaran dapat menjaga komunikasi, baik di dalam organisasi maupun dengan pemerintah serta elemen masyarakat lainnya.
“Kami ingin PSIB hadir dengan semangat silaturahmi, sosial dan kebersamaan. Mari kita bangun organisasi ini bersama-sama, dengan tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Gedung Juang Disiapkan sebagai Ruang Aktivitas Organisasi
Setelah menyelesaikan rangkaian silaturahmi di lingkungan Pemkab Indramayu, rombongan PSIB melanjutkan kegiatan ke Gedung Juang.
Sejumlah pengurus PSIB lainnya telah menunggu di lokasi tersebut sejak pagi untuk berkumpul dan melanjutkan komunikasi internal organisasi.
Gedung Juang merupakan gedung milik PEPABRI. Dalam semangat kebersamaan, pihak PEPABRI memberikan kesempatan kepada pengurus DPC PSIB Kabupaten Indramayu untuk memanfaatkan lantai dua gedung tersebut sebagai salah satu ruang aktivitas organisasi.
Kesempatan tersebut disambut baik oleh jajaran PSIB.
Ruang tersebut diharapkan dapat digunakan untuk berbagai aktivitas organisasi, mulai dari rapat, diskusi, pertukaran gagasan, penyusunan program hingga pengembangan kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Bagi organisasi yang sedang memasuki masa kepengurusan baru, keberadaan ruang aktivitas dapat menjadi salah satu pendukung konsolidasi internal.
H. Tarjono menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan PEPABRI.
“Kami berterima kasih kepada PEPABRI yang telah memberikan ruang kepada PSIB untuk beraktivitas di Gedung Juang. Mudah-mudahan tempat ini bisa menjadi ruang untuk berdiskusi, bertukar ide, dan melahirkan kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat serta ikut memberikan kontribusi positif untuk Kabupaten Indramayu,” kata H. Tarjono.
Sinergi Organisasi dan Pemerintah Perlu Berorientasi pada Masyarakat
Safari silaturahmi yang dilakukan PSIB memperlihatkan pentingnya komunikasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah.
Dalam konteks kehidupan masyarakat, organisasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkumpul, tetapi juga dapat menjadi ruang partisipasi sosial. Karena itu, program organisasi akan memiliki manfaat lebih besar apabila mampu membaca kebutuhan masyarakat dan membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Di sisi lain, sinergi juga membutuhkan batas dan peran yang jelas. Organisasi tetap perlu menjaga independensi serta menjalankan kegiatan sesuai aturan dan tujuan organisasi, sementara pemerintah memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Ruang kolaborasi dapat dibangun pada wilayah yang memiliki kepentingan bersama, khususnya kegiatan sosial, kemasyarakatan, pemberdayaan, kebudayaan, serta kegiatan lain yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, silaturahmi tidak berhenti sebagai agenda pertemuan, tetapi dapat berkembang menjadi komunikasi yang menghasilkan kegiatan nyata.
Menuju Pelantikan dengan Semangat Kebersamaan
Rangkaian safari silaturahmi menjadi bagian dari persiapan PSIB Kabupaten Indramayu menuju pelantikan kepengurusan masa bakti 2026–2031 yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Oktober 2026.
Bagi PSIB, pelantikan nantinya diharapkan menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus memulai pelaksanaan program kerja yang telah disiapkan.
Yang tidak kalah penting adalah bagaimana semangat organisasi diterjemahkan dalam kegiatan yang dapat dirasakan masyarakat.
Silaturahmi dengan pemerintah, konsolidasi internal, serta tersedianya ruang aktivitas di Gedung Juang menjadi bagian dari proses awal tersebut.
H. Tarjono mengajak seluruh jajaran pengurus menjadikan kepengurusan baru sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan.
“Mari kita jadikan kepengurusan baru ini sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kekompakan, dan bersama-sama memberikan sesuatu yang positif bagi masyarakat Indramayu,” pungkasnya.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya terlihat dari meriahnya pelantikan atau banyaknya kegiatan, tetapi juga dari konsistensi dalam menjalankan program dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Bagi PSIB Kabupaten Indramayu, perjalanan kepengurusan 2026–2031 kini mulai dipersiapkan. Tantangannya adalah memastikan semangat silaturahmi dan sinergi yang dibangun menjelang pelantikan dapat terus dijaga dan diwujudkan dalam kerja nyata setelah kepengurusan resmi berjalan.











