INDRAMAYU # Di tengah derasnya arus perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan tantangan kehidupan berbangsa, keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai ruang pembinaan karakter, pelestarian budaya, sekaligus penguat persatuan. Organisasi bukan sekadar tempat berhimpun, tetapi menjadi wadah untuk menumbuhkan kepedulian sosial, gotong royong, dan semangat mengabdi kepada masyarakat.
Semangat tersebut menjadi landasan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) Kabupaten Indramayu dalam menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Sekretariat DPC PSIB, Jalan Raya Anjatan, Dusun Sukatani RT 003/RW 001, Desa Bugis, Kecamatan Anjatan. Kegiatan itu menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menetapkan kepengurusan baru masa bakti 2026–2031.
Lebih dari sekadar agenda pergantian kepengurusan, Muscab menjadi ruang musyawarah untuk menyatukan visi, memperkuat solidaritas, serta menyusun langkah-langkah organisasi agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Indramayu.
Regenerasi Kepemimpinan Menjadi Fondasi Organisasi yang Sehat
Musyawarah merupakan tradisi luhur bangsa Indonesia yang mengedepankan kebersamaan dalam mengambil keputusan. Bagi organisasi kemasyarakatan, regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan program dan memperkuat tata kelola organisasi.
Berdasarkan hasil Muscab, kepengurusan DPC PSIB Kabupaten Indramayu masa bakti 2026–2031 dipimpin oleh H. Tarjono sebagai Ketua. Ia didampingi Raswanta sebagai Wakil Ketua, Acil Ahmadudin sebagai Sekretaris, Dion Suharmat sebagai Wakil Sekretaris, Kurni bin Sa’di sebagai Bendahara, dan Jaenah binti Wardan sebagai Wakil Bendahara.
Selain menetapkan pengurus inti, Muscab juga membentuk berbagai bidang strategis, di antaranya Advokasi Hukum dan HAM, Kerohanian dan Perguruan Pencak Silat, Keamanan dan Bela Negara, Organisasi dan Kaderisasi, Ekonomi dan Koperasi, Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan, Kepemudaan, Humas dan Komunikasi, hingga Pemberdayaan Perempuan.
Ketua DPC PSIB: Organisasi Harus Menjadi Solusi, Bukan Beban Masyarakat
Ketua DPC Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kabupaten Indramayu, H. Tarjono, menegaskan bahwa kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan organisasi sebagai wadah pengabdian yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan tidak boleh hanya dikenal melalui atribut atau simbol semata, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
“Kami ingin membangun PSIB Kabupaten Indramayu menjadi organisasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran kami harus dirasakan melalui aksi nyata, bukan sekadar atribut organisasi. Kami ingin menjadi mitra pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan daerah,” ujar H. Tarjono.
Ia menjelaskan bahwa kepengurusan periode 2026–2031 akan memprioritaskan penguatan organisasi melalui kaderisasi, peningkatan disiplin anggota, serta penyusunan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin membuktikan bahwa organisasi kemasyarakatan dapat menjadi contoh dalam menjaga persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Filosofi Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh akan menjadi pedoman kami dalam setiap langkah pengabdian,” katanya.
H. Tarjono juga mengajak seluruh anggota PSIB untuk menjaga nama baik organisasi dengan menjunjung tinggi etika, menaati hukum, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.
“Saya mengajak seluruh kader PSIB agar terus menjaga kekompakan, menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Organisasi ini harus menjadi rumah besar bagi siapa pun yang ingin mengabdi dengan tulus kepada masyarakat. Mari kita buktikan bahwa PSIB hadir membawa kedamaian, persaudaraan, dan semangat membangun Indramayu yang lebih baik,” tegasnya.
Menghidupkan Nilai “Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh” di Era Modern
Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu merupakan organisasi kemasyarakatan yang mengusung nilai-nilai perjuangan, sosial, dan kebangsaan. Organisasi ini berpijak pada falsafah Sunda “Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh”, yakni saling mengasihi, saling memberi pengetahuan, dan saling membimbing.
Di tengah perkembangan zaman yang ditandai oleh derasnya arus informasi dan perubahan sosial, nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis, toleran, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Bagi PSIB, pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan juga menjaga identitas bangsa agar tetap hidup di tengah perkembangan modern.
Organisasi Kemasyarakatan Memiliki Peran Strategis dalam Demokrasi
Keberadaan organisasi kemasyarakatan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi di Indonesia. Ormas menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi, meningkatkan partisipasi publik, mengembangkan potensi anggotanya, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan.
Namun, setiap organisasi juga memiliki tanggung jawab untuk menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menghormati keberagaman, serta melaksanakan kegiatan secara tertib sesuai ketentuan hukum.
Melalui fungsi tersebut, organisasi kemasyarakatan diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan berbagai program sosial, pendidikan karakter, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pembinaan generasi muda.
Kepercayaan Publik Dibangun Melalui Pengabdian
Di era keterbukaan informasi, masyarakat semakin kritis dalam menilai keberadaan sebuah organisasi. Kepercayaan tidak lagi dibangun melalui slogan atau simbol semata, melainkan melalui konsistensi dalam bekerja dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, kepengurusan baru DPC PSIB Kabupaten Indramayu diharapkan mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.
Keberadaan Bidang Humas, Komunikasi, dan Informasi juga diharapkan mampu memperkuat transparansi organisasi sekaligus menjadi jembatan informasi antara organisasi dan masyarakat.
Pengabdian Adalah Ukuran Keberhasilan Organisasi
Musyawarah Cabang bukanlah akhir dari sebuah proses organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab baru yang harus diwujudkan melalui karya dan pengabdian.
Kepengurusan DPC PSIB Kabupaten Indramayu periode 2026–2031 diharapkan mampu memperkuat soliditas internal, meningkatkan kualitas kader, memperluas kegiatan sosial, melestarikan budaya, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukanlah seberapa besar jumlah anggotanya ataupun seberapa lama organisasi itu berdiri. Keberhasilan sesungguhnya diukur dari sejauh mana organisasi mampu menghadirkan solusi, menjaga persatuan, memperkuat nilai gotong royong, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat “Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh”, DPC Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kabupaten Indramayu berharap dapat menjadi bagian dari pembangunan daerah, memperkuat harmoni sosial, serta ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat.









