Anis Matta: Gelora Harus Bangun Cerita Besar untuk Menangkan Pemilu 2029

JAKARTA # Bagi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, menghadapi Pemilu 2029 tidak cukup hanya dengan menambah jumlah anggota. Partai politik juga dituntut mampu membangun alasan yang kuat dan relevan agar masyarakat merasa bahwa perjuangan politik merupakan bagian dari masa depan mereka.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Gelora Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Nasional Desk Rekrutmen Anggota Partai Gelora di Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam.

Menurut Anis Matta, tantangan utama Gelora bukan sekadar membangun struktur organisasi, melainkan menciptakan sebuah cerita besar yang mampu menghubungkan gagasan politik partai dengan kehidupan nyata masyarakat.

Cerita Besar Harus Menjadi Jembatan dengan Kehidupan Masyarakat

Anis Matta menilai kekuatan sebuah partai tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya sumber daya atau jumlah kader. Yang lebih penting adalah kemampuan menjelaskan kepada masyarakat mengapa perjuangan politik tersebut memiliki arti bagi kehidupan mereka.

“Semua bermula dari cerita. Yang membuat orang bergabung dengan Partai Gelora kalau kita bisa menjawab dan membuat satu cerita bahwa ini tentang hidupnya dia, bukan tentang kita,” kata Anis Matta.

Menurutnya, Gelora selama ini telah membawa narasi besar mengenai ancaman krisis global dan perubahan geopolitik. Namun, narasi tersebut perlu diterjemahkan ke dalam cerita yang lebih dekat dengan persoalan sehari-hari masyarakat.

Isu global, kata dia, sering terasa jauh dan abstrak bagi masyarakat yang masih berhadapan dengan persoalan ekonomi, pekerjaan, keluarga, pendidikan, dan kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sekarang waktunya kita menurunkan narasi besar menjadi sebuah cerita,” ujarnya.

Pendekatan tersebut menunjukkan pentingnya komunikasi politik yang tidak berhenti pada istilah atau gagasan besar, tetapi mampu menjawab pertanyaan sederhana masyarakat: apa hubungannya semua ini dengan kehidupan saya?

Gelora Diminta Tidak Minder sebagai Partai yang Relatif Baru

Anis Matta juga meminta kader Gelora tidak merasa rendah diri karena partai tersebut masih relatif baru dan memiliki sumber daya yang lebih terbatas dibandingkan partai-partai besar.

Justru kondisi tersebut, menurut dia, harus menjadi pemicu lahirnya kreativitas dan strategi politik yang berbeda.

“Bagi partai yang kecil seperti kita ini, kemampuan terbesar yang dibutuhkan adalah political engineering,” katanya.

Anis meminta kader mempelajari strategi yang digunakan partai lain, tetapi tidak sekadar menirunya.

“Bacalah semua cara partai lain untuk menang, tapi jangan ikuti itu. Kita membuat cara kita sendiri sesuai dengan jalan yang kita tempuh,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan kreativitas, kemampuan membaca situasi, dan ketepatan strategi sebagai modal penting bagi partai yang ingin memperbesar pengaruh politiknya.

Imajinasi Politik Besar Didorong Menjadi Energi Gerakan

Menghadapi Pemilu 2029, Anis Matta juga meminta setiap wilayah membangun imajinasi politik mengenai target yang ingin dicapai.

Baginya, perubahan besar selalu berawal dari kemampuan membayangkan masa depan. Imajinasi tersebut kemudian harus diterjemahkan menjadi energi, tekad, dan tindakan nyata.

“Jangan merasa kecil hati, kalau hayalannya besar. Kalau nanti sudah turun ke hati, dia jadi energi, jadi tekad dan membuat kita bergerak,” ujarnya.

Namun, visi besar tersebut tetap membutuhkan kemampuan kader untuk mengatasi rasa tidak berdaya dan ketidakpercayaan diri.

Anis juga menekankan pentingnya kejernihan berpikir serta penguatan hubungan spiritual melalui salat, doa, dan memohon petunjuk Allah SWT dalam menentukan langkah politik.

Dengan demikian, konsolidasi politik tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan organisasi, tetapi juga sebagai proses membangun keyakinan dan keteguhan kader.

Rekrutmen Tidak Cukup Menambah Angka Keanggotaan

Dalam agenda rekrutmen, Anis Matta menekankan bahwa pertanyaan terpenting bukan hanya bagaimana masyarakat menjadi anggota Gelora, melainkan mengapa mereka perlu bergabung.

“Mengapa orang mesti bergabung, kita akan masuk ke dalam pikiran orang yang paling dalam, ke dalam psikologi pemilih. Kita harus menghubungkan masa depan masyarakat dengan masa depan Gelora,” katanya.

Menurut Anis, masyarakat seharusnya tidak ditempatkan hanya sebagai pengikut. Mereka harus diposisikan sebagai pelaku perubahan.

Gagasan tersebut kemudian dirangkum dalam semangat “Bergabung, Bertumbuh, dan Berdampak.”

“Yang kita ajak bukan sekadar menjadi follower, tapi menjadi pelaku,” ujarnya.

Jika alasan tersebut sudah terbangun, persoalan teknis seperti mekanisme pendaftaran dan tahapan keanggotaan dapat dikerjakan sebagai bagian berikutnya.

Target Rekrutmen 100 Persen DPD pada Akhir Januari 2027

Ketua Desk Rekrutmen Anggota Pusat Partai Gelora Triwisaksana mengatakan, agenda rekrutmen tidak sekadar ditujukan untuk memenuhi persyaratan administratif. Rekrutmen juga dipersiapkan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi proses verifikasi partai politik untuk Pemilu 2029.

“Target capaian 100 persen di seluruh DPD Insya Allah berakhir pada akhir Januari. Oleh karena itu, kita persiapkan jauh-jauh hari melalui ekosistem yang terstruktur,” ujar Triwisaksana.

Menurut dia, minimnya pemberitaan mengenai aktivitas Gelora di media bukan berarti mesin organisasi berhenti bekerja.

“Justru di balik layar, Partai Gelora terus bergerak secara intensif dan terstruktur melakukan konsolidasi hingga tingkat akar rumput,” katanya.

Ia menegaskan bahwa aktivitas organisasi terus berjalan meskipun tidak seluruhnya terlihat di ruang publik.

“Mulai Oktober ini, kita buat anak tangganya satu per satu hingga tuntas pada akhir Januari,” ujar Triwisaksana.

Konsolidasi Dibagi dalam Empat Regional

Untuk memastikan proses rekrutmen berjalan terukur, Partai Gelora menyiapkan pendampingan dan monitoring secara nasional melalui pembagian wilayah regional.

Pembagiannya meliputi:

  • Regional Sumatera
  • Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
  • Regional Kalimantan dan Sulawesi
  • Regional Maluku dan Papua

Sistem tersebut dilengkapi pemantauan berkala dan evaluasi performa bagi seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Triwisaksana menegaskan seluruh struktur, mulai dari pusat, wilayah hingga daerah, merupakan satu kesatuan dengan pembagian tugas yang jelas.

Tujuannya adalah memastikan kesiapan menghadapi tahapan pemilu melalui data keanggotaan yang valid, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pendaftaran Anggota Diperkuat melalui Ekosistem WhatsApp

Untuk mempermudah masyarakat bergabung, Partai Gelora juga menyiapkan sistem pendaftaran digital yang terintegrasi dengan ekosistem WhatsApp.

Melalui sistem tersebut, calon anggota dapat melakukan pendaftaran dan pengisian data diri, hingga memperoleh Kartu Tanda Anggota (KTA) serta menerima materi pembinaan melalui satu platform perpesanan tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan.

Selain jalur digital, proses pendaftaran langsung atau field canvassing di tingkat lapangan tetap dilakukan.

Model kombinasi digital dan lapangan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan rekrutmen sekaligus menjaga hubungan langsung antara organisasi dan masyarakat.

Rekrutmen Disiapkan untuk Memperkuat Verifikasi Pemilu 2029

Seluruh rangkaian rekrutmen tersebut disiapkan berjalan beriringan dengan kerja Desk Verifikasi Parpol.

Triwisaksana mengatakan, pematangan verifikasi internal sejak dini diharapkan membuat Partai Gelora lebih siap menghadapi tahapan verifikasi faktual dan proses kepemiluan mendatang.

“Dengan mematangkan verifikasi internal sejak dini, Partai Gelora optimistis menghadapi tahapan verifikasi faktual dan kepemiluan mendatang dengan data anggota yang solid dan valid,” pungkasnya.

Bagi Gelora, agenda menuju 2029 dengan demikian bukan hanya persoalan mengejar angka keanggotaan. Tantangan yang lebih besar adalah membangun hubungan yang bermakna antara partai dan masyarakat.

Jika “Bergabung, Bertumbuh, dan Berdampak” benar-benar diterjemahkan menjadi kerja nyata, maka rekrutmen dapat menjadi lebih dari sekadar proses administratif: ia dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk terlibat dalam berbagai bentuk perubahan sosial dan politik.

Recap Pantura Journalist

  • Anis Matta meminta Gelora membangun cerita besar yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
  • Narasi krisis global dan geopolitik perlu diterjemahkan menjadi persoalan yang mudah dipahami masyarakat.
  • Gelora diminta tidak minder meski merupakan partai yang relatif baru.
  • Kader didorong membangun political engineering sesuai karakter dan kekuatan Gelora.
  • Target Pemilu 2029 harus dibangun melalui imajinasi politik, tekad, energi, dan aksi.
  • Rekrutmen tidak boleh sekadar mengejar jumlah anggota.
  • Gelora ingin menjawab pertanyaan: mengapa masyarakat perlu bergabung?
  • Semangat rekrutmen dirangkum dalam konsep “Bergabung, Bertumbuh, dan Berdampak.”
  • Target capaian rekrutmen 100 persen di seluruh DPD ditargetkan selesai akhir Januari 2027.
  • Konsolidasi rekrutmen dibagi menjadi empat regional.
  • Sistem digital berbasis ekosistem WhatsApp disiapkan untuk mempermudah pendaftaran.
  • Field canvassing tetap dilakukan di tingkat lapangan.
  • Rekrutmen berjalan paralel dengan persiapan verifikasi partai politik menghadapi Pemilu 2029.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *