INDRAMAYU # Menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Semangat itulah yang tergambar dalam patroli gabungan yang dipimpin langsung Kapolsek Kandanghaur AKP Joni, S.H., bersama para lurah se-Kecamatan Kandanghaur pada Jumat malam, 17/07/2026.
Alih-alih menunggu terjadinya gangguan keamanan, Polsek Kandanghaur memilih bergerak lebih awal melalui pendekatan preventif. Langkah ini menjadi pesan bahwa keamanan lingkungan dibangun dari kepedulian, komunikasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan antara kepolisian, pemerintah desa, TNI, dan masyarakat.
Patroli Preventif Menjawab Meningkatnya Kekhawatiran Masyarakat
Fenomena tawuran remaja dan aktivitas kelompok geng motor dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius di berbagai daerah, termasuk di wilayah Kabupaten Indramayu. Tidak sedikit aksi tersebut bermula dari pertemuan antar kelompok melalui media sosial, berlanjut pada transaksi cash on delivery (COD), hingga berujung bentrokan yang meresahkan masyarakat.
Situasi tersebut mendorong Polsek Kandanghaur mengambil langkah yang tidak hanya berorientasi pada penindakan hukum, tetapi juga pencegahan sejak dini. Sejak Juni 2026, patroli gabungan rutin dilaksanakan sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan perubahan paradigma penanganan gangguan keamanan, yaitu mengutamakan deteksi dini, membangun komunikasi dengan pemerintah desa, dan meningkatkan kehadiran aparat di tengah masyarakat.
Patroli Menyasar Titik Rawan dan Mengajak Desa Menjadi Garda Terdepan Keamanan
Patroli malam dimulai dari Kantor Desa Kertawinangun dan bergerak menyusuri Jalur Pantura hingga wilayah Desa Eretan Kulon. Rute tersebut dipilih karena selama ini dinilai sebagai salah satu jalur yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya kelompok remaja maupun tempat transaksi COD yang berisiko memicu konflik.
Dalam pengarahan kepada para lurah, Kapolsek Kandanghaur AKP Joni, S.H. menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
“Apabila terdapat indikasi atau kecurigaan akan terjadinya aksi tawuran di wilayah hukum Polsek Kandanghaur, segera laporkan kepada kami. Kepolisian akan menindak secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.” tegas AKP Joni, S.H.
Selain fokus pada pencegahan tawuran, AKP Joni juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tertib berlalu lintas.
Ia meminta pemerintah desa terus mengedukasi masyarakat agar menggunakan knalpot sesuai spesifikasi teknis (standar pabrikan), tidak menggunakan knalpot brong yang mengganggu ketertiban umum, serta memastikan seluruh kendaraan bermotor dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang sah.
Menurutnya, kendaraan yang tidak memiliki dokumen resmi akan diamankan untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Membangun Budaya Aman Melalui Sinergi, Bukan Sekadar Penegakan Hukum
Pendekatan yang dilakukan Polsek Kandanghaur memperlihatkan bahwa keamanan lingkungan tidak cukup dibangun melalui operasi penindakan semata. Yang lebih penting adalah membangun budaya saling peduli dan keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga menjadi fondasi utama dalam mencegah munculnya kenakalan remaja maupun aksi kriminalitas.
Kehadiran aparat secara langsung di tengah masyarakat juga memberikan rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Patroli bersama para lurah menjadi simbol bahwa pemerintah hadir bukan hanya ketika terjadi masalah, tetapi juga ketika berupaya mencegah masalah agar tidak terjadi.
Keamanan Dimulai dari Keluarga dan Lingkungan Sekitar
Fenomena tawuran remaja maupun aktivitas geng motor sesungguhnya tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan hukum. Di baliknya terdapat faktor sosial, pengawasan keluarga, lingkungan pergaulan, hingga penggunaan media sosial yang kurang bijak.
Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Orang tua memiliki peran penting mengetahui aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. Pemerintah desa dapat memperkuat komunikasi dengan warga melalui RT dan RW, sementara sekolah, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan dapat memberikan ruang kegiatan positif bagi generasi muda.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi adanya ajakan tawuran, konvoi mencurigakan, maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
Semakin cepat informasi diterima aparat, semakin besar peluang mencegah terjadinya konflik.
Kapolsek: Keamanan Adalah Hasil Kerja Sama Semua Pihak
Kapolsek Kandanghaur AKP Joni, S.H. menegaskan bahwa keberhasilan menjaga situasi Kamtibmas bukan hanya menjadi tugas Polri.
“Dengan kerja sama yang kuat antara masyarakat, Polri, TNI, dan pemerintah desa, situasi Kamtibmas dapat terus terpelihara. Kami ingin masyarakat merasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dihantui rasa takut terhadap aksi kriminalitas maupun tawuran.” ujar AKP Joni, S.H.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa keamanan merupakan hasil kolaborasi, bukan hanya tanggung jawab satu institusi.
Respons masyarakat terhadap patroli rutin ini pun dinilai positif. Kehadiran aparat bersama unsur pemerintah desa dianggap mampu meningkatkan rasa aman sekaligus memberikan efek pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Menjadikan Pencegahan Sebagai Budaya Bersama
Keamanan yang berkelanjutan lahir dari kepedulian bersama. Ketika pemerintah desa, aparat keamanan, tokoh masyarakat, keluarga, dan generasi muda berjalan dalam satu tujuan, maka ruang bagi munculnya tawuran, geng motor, maupun berbagai bentuk kenakalan remaja akan semakin sempit.
Patroli gabungan yang terus dilaksanakan Polsek Kandanghaur bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan investasi sosial untuk membangun budaya aman, tertib, dan saling menjaga.
Harapannya, langkah preventif seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Indramayu sehingga tercipta lingkungan yang nyaman, kondusif, dan memberikan ruang tumbuh yang sehat bagi generasi muda. Sebab keamanan sejati bukan hanya diukur dari sedikitnya angka kriminalitas, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan tempat mereka hidup.n menggelar patroli rutin mencegah tawuran, geng motor, dan meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas di Indramayu.











