Jumat Bersih dan Santunan 70 Yatim Piatu-Lansia, Bukti Gotong Royong Masyarakat Eretan Kulon Masih Hidup

Recap Panturajournalist.com | Indramayu

  • Aliansi CIB dan Tim TPL 3K menggelar kegiatan Jumat Bersih.
  • Lokasi kegiatan di Kampung Nelayan, Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur.
  • Sebanyak 70 anak yatim piatu dan lansia menerima santunan.
  • Kegiatan diawali aksi membersihkan lingkungan dan fasilitas umum.
  • Melibatkan berbagai organisasi masyarakat dan LSM.
  • Perisusanto mengapresiasi sinergi seluruh elemen masyarakat.
  • Dargi Suhendi menegaskan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial.
  • H. Bayi menyoroti pentingnya transparansi penyaluran bantuan.
  • Jumadi mengajak menjaga persatuan dan keamanan lingkungan.
  • Mawar menyatakan komitmen Gibas mendukung kegiatan sosial.
  • Kegiatan menjadi contoh kolaborasi lintas organisasi demi kepentingan masyarakat.
  • Gerakan diharapkan menjadi agenda rutin dan menginspirasi daerah lain.

Ketika Lingkungan Dibersihkan, Kepedulian Sosial Ikut Tumbuh

Pagi itu, suasana Kampung Nelayan di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, tampak berbeda. Puluhan warga, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga relawan turun bersama membersihkan lingkungan. Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada aksi memungut sampah atau membersihkan saluran air. Di balik sapu dan cangkul yang mereka bawa, tersimpan semangat berbagi kepada sesama.

Sebanyak 70 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim piatu dan warga lanjut usia (lansia) menerima santunan dalam kegiatan bertajuk Jumat Bersih (Jumsh) yang diselenggarakan oleh Aliansi CIB (Cakra Indramayu Bersatu) bersama Tim Peduli Lingkungan (TPL) 3K, Jumat (3/7/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan. Ketika masyarakat bersatu, perubahan positif dapat dirasakan secara langsung oleh warga yang membutuhkan.

Kolaborasi Masyarakat Menjadi Fondasi Membangun Lingkungan yang Lebih Baik

Persoalan lingkungan dan kesejahteraan sosial merupakan dua tantangan yang hampir selalu hadir di berbagai daerah. Sampah yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan persoalan kesehatan, sementara masih banyak anak yatim maupun lansia yang membutuhkan perhatian bersama.

Melalui kolaborasi antara Aliansi CIB dan Tim TPL 3K, kedua persoalan tersebut dijawab dalam satu gerakan yang menggabungkan aksi bersih lingkungan dengan kegiatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Koordinator Tim TPL 3K, Perisusanto, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin antara berbagai organisasi masyarakat dengan perangkat lingkungan.

Menurutnya, dukungan dari seluruh elemen masyarakat telah menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif sehingga kegiatan dapat berlangsung lancar serta bantuan tersalurkan kepada warga yang berhak menerimanya.

Aksi Bersih Lingkungan dan Santunan Berjalan Beriringan

Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi membersihkan kawasan permukiman, jalan lingkungan, dan fasilitas umum di Kampung Nelayan Desa Eretan Kulon. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada 70 penerima manfaat yang terdiri atas anak yatim piatu dan warga lanjut usia.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai organisasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi CIB, di antaranya LMP, LSM Penjara Pemantau Kinerja Aparatur Negara, GRIB, dan Gibas.

Ketua Ormas LMP (Laskar Merah Putih), Dargi Suhendi, yang merupakan salah satu motor penggerak Aliansi CIB, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata semangat persaudaraan dan tanggung jawab sosial yang harus terus dijaga.

“Hari ini, kita bukan sekadar membersihkan sampah, tapi juga membersihkan hati dengan berbagi. Terima kasih kepada semua pihak, terutama Tim TPL Bapak Perisusanto, yang telah memfasilitasi kegiatan ini dengan baik. Semoga 70 saudara kita yang menerima santunan merasa diperhatikan dan dicintai,” ungkap Dargi Suhendi.

Menurutnya, aksi sosial seperti ini membuktikan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia. Perbedaan latar belakang organisasi bukanlah penghalang untuk bersatu selama tujuan yang diperjuangkan adalah kepentingan masyarakat.

Kolaborasi Lintas Organisasi Menjadi Inspirasi

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LSM Penjara Pemantau Kinerja Aparatur Negara, H. Bayi, yang menekankan pentingnya transparansi agar bantuan tepat sasaran serta sesuai dengan prinsip keadilan.

Ketua GRIB, Jumadi, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban lingkungan sebagai modal utama pembangunan desa.

Sementara Ketua Gibas, Mawar, menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi bersama berbagai organisasi masyarakat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Indramayu.

Kolaborasi berbagai organisasi tersebut menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan, yakni menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan warga yang membutuhkan.

Gotong Royong Menjadi Pendidikan Sosial bagi Generasi Mendatang

Kegiatan Jumat Bersih tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga menghadirkan pendidikan sosial bagi masyarakat.

Melalui aksi nyata tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Sementara kepedulian terhadap anak yatim piatu dan lansia menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan harus terus hidup di tengah perkembangan zaman.

Kolaborasi lintas organisasi juga menjadi contoh bahwa pembangunan tidak selalu bergantung pada pemerintah. Ketika masyarakat bersatu, berbagai persoalan sosial dapat diatasi secara bersama-sama melalui semangat gotong royong.

Semangat Kepedulian yang Layak Menjadi Inspirasi

Kegiatan Jumat Bersih yang dipadukan dengan santunan kepada 70 anak yatim piatu dan lansia menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Desa Eretan Kulon.

Semangat yang ditunjukkan Aliansi CIB bersama Tim TPL 3K memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan sesama dapat berjalan beriringan. Dari langkah sederhana membersihkan lingkungan hingga berbagi kepada mereka yang membutuhkan, lahirlah rasa persaudaraan, solidaritas, dan harapan baru.

Diharapkan gerakan seperti ini dapat terus berlanjut serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Indramayu. Sebab, perubahan besar sering kali dimulai dari aksi sederhana yang dilakukan bersama, dengan hati yang tulus dan tujuan yang sama, yakni menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *